Dari Kritik
Kantin Hingga Naik Pesawat RI 1
Selasa pagi 6 Febuari 2018, mahasiswa
ubm kelas media online 6PIK4 mendapatkan kunjungan seorang jurnalis muda. Stevanus
Alvin, pria kelahiran Jakarta 9 Agustus 1990 ini, bercerita tentang bagaimana
ia mulai mencoba menjadi seorang jurnalis . Semangat pria berkacamata ini berapi-api
tatkala ia membagikan pengalaman hidupnya. Sudah menjejakan kaki di tiga negara
dan bekerja di tiga media online, siapa sangka ia memulainya hanya dari
mengkritik kantin kampusnya.
"Melalui tulisan, kita bisa
merubah kebijakan", itu lah kalimat
yang ia katakan saat kritikannya membuat perubahan pada kantin tersebut. Mulai
dari perubahan kecil itu nampaknya jiwa jurnalisnya mulai tumbuh. Bekerja
sebagai jurnalis bukanlah hal yang mudah apa lagi dilakukan saat masih menempuh
pendidikan, namun pria lulusan University
of Leicester ini sanggup menjalaninya, tak heran jika ia sudah tangguh
menjalani kerasnya dunia jurnalsistik. Kegigihannya membuahkan hasil, ia
ditempatkan sebagai wartawan istana negara untuk meliput kegiatan presiden di
dua negara; Korea dan Russia, banyak pengalaman unik dan menarik yang
diceritakan saat menemani orang nomor satu di Indonesia itu.
Suasana kelas yang tadinya dipenuhi
hawa kantuk karena cuaca yang sedang mendung, mendadak menjadi penuh dengan
pecah tawa ketika ada pengalaman lucu selama ia bekerja sebagai wartawan.
Antusias para mahasiswa pun cukup tinggi terbukti dari banyaknya yang bertanya.
Dengan senyum yang tergaris ia meladeni pertanyaan demi pertanyaan.
Ia memberikan tips bagaimana menjadi
jurnalis, tiga point yang digaris bawahi yaitu:
1.
Kontak,
mejaga relasi dengan setiap orang adalah hal yang penting dilakukan oleh setiap
jurnalis
2.
Kemampuan menulis cepat, jurnalis dituntut kecepatan dalam menulis
berita
3.
Berani bertanya, menurutnya tidak ada pertanyaan bodoh, semua
pertanyaan dapat mendatangkan jawaban yang unik dan menarik.

0 komentar:
Posting Komentar