Senin, 05 Februari 2018

20.01


Dari Kritik Kantin Hingga Naik Pesawat RI 1
 


Selasa pagi 6 Febuari 2018, mahasiswa ubm kelas media online 6PIK4 mendapatkan kunjungan seorang jurnalis muda. Stevanus Alvin, pria kelahiran Jakarta 9 Agustus 1990 ini, bercerita tentang bagaimana ia mulai mencoba menjadi seorang jurnalis . Semangat pria berkacamata ini berapi-api tatkala ia membagikan pengalaman hidupnya. Sudah menjejakan kaki di tiga negara dan bekerja di tiga media online, siapa sangka ia memulainya hanya dari mengkritik kantin kampusnya.

"Melalui tulisan, kita bisa merubah kebijakan", itu lah  kalimat yang ia katakan saat kritikannya membuat perubahan pada kantin tersebut. Mulai dari perubahan kecil itu nampaknya jiwa jurnalisnya mulai tumbuh. Bekerja sebagai jurnalis bukanlah hal yang mudah apa lagi dilakukan saat masih menempuh pendidikan, namun pria lulusan University of Leicester ini sanggup menjalaninya, tak heran jika ia sudah tangguh menjalani kerasnya dunia jurnalsistik. Kegigihannya membuahkan hasil, ia ditempatkan sebagai wartawan istana negara untuk meliput kegiatan presiden di dua negara; Korea dan Russia, banyak pengalaman unik dan menarik yang diceritakan saat menemani orang nomor satu di Indonesia itu.

Suasana kelas yang tadinya dipenuhi hawa kantuk karena cuaca yang sedang mendung, mendadak menjadi penuh dengan pecah tawa ketika ada pengalaman lucu selama ia bekerja sebagai wartawan. Antusias para mahasiswa pun cukup tinggi terbukti dari banyaknya yang bertanya. Dengan senyum yang tergaris ia meladeni pertanyaan demi pertanyaan. 

Ia memberikan tips bagaimana menjadi jurnalis, tiga point yang digaris bawahi yaitu:
1.      Kontak, mejaga relasi dengan setiap orang adalah hal yang penting dilakukan oleh setiap jurnalis
2.      Kemampuan menulis cepat, jurnalis dituntut kecepatan dalam menulis berita
3.      Berani bertanya, menurutnya tidak ada pertanyaan bodoh, semua pertanyaan dapat mendatangkan jawaban yang unik dan menarik.

0 komentar:

Posting Komentar