Selasa, 08 Desember 2015

06.21

TANAH EMAS BUKAN MILIK BETA
Berkelimpahan, makmur, dan tak pernah kekurangan. Itu lah yang mungkin ada di benak kita, saat membayangkan hidup di tanah "emas". Tapi bagaimana jika itu tidak benar-benar terjadi? Itu lah kenyataan pahit yang dirasakan masyarakat papua sang empunya tanah emas. Papua miskin, itu jelas ada sesuatu yang salah, bayangkan sajauh mata memandang pulau yang memiliki julukan mutiara hitam itu adalah hampaaran kaya tropis, emas, tambang, dan masih banyak lagi. Paradigma-paradigma yang menyatakan papua sebagai tanah yang miskin, tertingal, dan diperlakukan bak anak tiri oleh pemerintah, tampak begitu nyata. Tanah dengan kekayaan alam yang melimpah ruah, namun penduduk nya masuk dalam deretan yang termiskin di bumi ibu pertiwi ini. Naas dan juga memilukan melihat fakta ini. Kesejahteraan yang seharusnya yang menjadi milik rakyat papua, justru berubah menjadi kemalangan. Orang-orang asing yang bersifat kapitalesme di PT Freeport ini lah yang justru menikmati kekayaan alam papua. Dengan semena-mena mereka membawa kekayaan papua ke negeri mereka. Sampai kapan masyarakat papua menderita di tanah kelahiran mereka sendiri ? Disaat para elit politik dan para pengusaha sibuk menambah pundi-pundi kekayaan mereka tanpa memikirkan kepedihan dan kepahitan yang mereka tinggalkan di bumi cendrawasi itu.

0 komentar:

Posting Komentar